Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Antara Cinta dan Pengorbanan

Ada seorang laki-laki tua yang sangat taat beribadah kepada Allah SWT. Pada suatu masa, ia merasa terkejut bercampur sedih ketika putra yang sangat ia cintai dan sayangi diperintahkan untuk disembelih. Perintah tersebut berasal dari Zat yang Agung dan sangat ia taati, yaitu Rabbul Alamin.

Lelaki tua itu tidak lain adalah Ibrahim AS dan anaknya, Ismail AS. Keduanya adalah nabi utusan Allah SWT. Sepanjang hidupnya, Ibrahim AS terkenal sebagai orang yang tidak pernah mengabaikan perintah Tuhan-Nya. Namun, perintah Allah kali itu terasa sangat berat dan susah untuk dilaksanakan. Betapa tidak, anak semata wayang yang sudah lama dinantikan kehadirannya tiba-tiba diperintahkan untuk dikorbankannya. Terjadilah dialog antara ayah dan anak yang kemudian diabadikan dalam Alquran. Kata Ibrahim, ''Anakku, aku bermimpi diperintah Allah untuk menyembelihmu, maka renungkanlah baik-baik kemudian berikan jawabanmu!''


Dengan tenang Ismail pun menjawab, ''Ayah, laksanakanlah perintah itu dengan penuh ketaatan, insya Allah aku termasuk orang-orang yang bersabar.'' Namun, dengan ketaatan keduanya, Allah SWT ternyata justru mengabadikan peristiwa bersejarah tersebut dengan menyelamatkan Ismail dan menggantikannya dengan domba yang sehat dan gemuk.

Ada dua pesan yang dapat ditangkap dari kisah di atas.

Pertama, kepasrahan Ibrahim dan Ismail adalah bukti penyerahan diri secara total kepada Tuhan yang Maha Memiliki segalanya. Kita sebagai manusia seharusnya menyadari bahwa semua yang kita miliki sekadar titipan dan pasti akan kembali. Harta, jabatan, anak, istri, dan bahkan nyawa sekalipun tidak akan selamanya abadi. Hanya Allah SWT yang kekal dan abadi. Firman-Nya, ''.... Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala keputusan, dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.'' (QS 28: 88).

Kedua, peristiwa tersebut mengandung makna pengorbanan yang sangat besar, di mana seorang ayah dengan tegar dan ikhlas mau mengorbankan putra kesayangannya. Tentunya kisah ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pengorbanan adalah bukti dari rasa cinta. Dengan pengorbanan kita berusaha belajar mengikis rasa kikir pada diri sendiri, dan itu dapat dibuktikan dengan mau berbagi dengan saudara (orang lain) yang memerlukannya.

Kita sering tidak menyadari bahwa rasa cinta kepada Allah SWT juga memerlukan pengorbanan. Yaitu, ikhlas memberikan apa yang paling kita cintai. Allah SWT berfirman, ''Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan dari sesuatu yang kamu cintai, sesungguhnya Allah pasti mengetahuinya.'' (Al-Imran: 92). Orang yang mampu berbagi tapi kemudian menyembunyikan nikmat itu, maka Allah akan memberikan hukuman bagi mereka. Firman-Nya, ''Orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir serta orang-orang yang menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikannya kepada mereka, kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir (nikmat) siksa yang menghinakan.'' (An-Nisa': 37). Wallahu a'lam.
readmore »»  

Sandal Jepit Isteriku

Sandal Jepit Isteriku


Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh... betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan.

"Ummi... Ummi, kapan kau dapat memasak dengan benar...? Selalu saja, kalau tak keasinan... kemanisan, kalau tak keaseman... ya kepedesan!" Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

"Sabar bi..., rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul...? " ucap isteriku kalem. "Iya... tapi abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini...!" Jawabku dengan nada tinggi. Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah merebak.



Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput?jumput harapan untuk menemukan 'baiti jannati' di rumahku. Namun apa yang terjadi...? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak (pecah). Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta pora di dapur, dan cucian... ouw... berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan detergen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

"Ummi...ummi, bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini...?" ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Ummi... isteri sholihat itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah...?" Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu.

"Ah...wanita gampang sekali untuk menangis...," batinku berkata dalam hati. "Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihat...? Isteri shalihat itu tidak cengeng," bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai dipipinya.

"Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali," ucap isteriku diselingi isak tangis.

"Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda..." Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

"Bi..., siang nanti antar Ummi ngaji ya...?" pinta isteriku. "Aduh, Mi... abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?" ucapku. "Ya sudah, kalau abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan," jawab isteriku.

"Lho, kok bilang gitu...?" "Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak? Desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa," ucap isteriku lagi. "Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja," jawabku ringan.

Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu.

Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. "Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu," aku membathin sendiri. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Dug! Hati ini menjadi luruh.

"Oh....bukankah ini sandal jepit isteriku?" Tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus. "Maafkan aku Maryam," pinta hatiku. "Krek...," suara pintu terdengar dibuka.

Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar.

Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan berjilbab hitam melintas. "Ini dia mujahidahku!" pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.

Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: "Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya." Sedang aku..? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku...? terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terdzalim!!!

"Maryam...!" panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia. "Abi...!" bisiknya pelan dan girang.

Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini. "Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?" sesal hatiku.

Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. "Alhamdulillah, jazakallahu...,"ucapnya dengan suara tulus. Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan 'iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku...?
readmore »»  

Sebuah Teladan

Sebuah Teladan


Ini adalah sebuah kisah tentang kepemimpinan Ali ibn Abi Thalib dalam Khulafaurrasyidin yang sangat patut kita teladani.

Tidak ada khalifah yang paling mencintai ukhuwwah, ketika orang berusaha menghancurkannya, seperti Ali ibn Abi Thalib. Baru saja dia memegang tampuk pemerintahan, beberapa orang tokoh sahabat melakukan pemberontakan. Dua orang di antara pemimpin Muhajirin meminta izin untuk melakukan umrah. Ternyata mereka kemudian bergabung dengan pasukan pembangkang. Walaupun menurut hukum Islam pembangkang harus diperangi, Ali memilih pendekatan persuasif. Dia mengirim beberapa orang utusan untuk menyadarkan mereka. Beberapa pucuk surat dikirimkan. Namun, seluruh upaya ini gagal. Jumlah pasukan pemberontak semakin membengkak. Mereka bergerak menuju Basra.


Dengan hati yang berat, Ali menghimpun pasukan. Ketika dia sampai di perbatasan Basra, di satu tempat yang bernama Alzawiyah, dia turun dari kuda. Dia melakukan shalat empat rakaat. Usai shalat, dia merebahkan pipinya ke atas tanah dan air matanya mengalir membasahi tanah di bawahnya. Kemudian dia mengangkat tangan dan berdo'a: "Ya Allah, yang memelihara langit dan apa-apa yang dinaunginya, yang memelihara bumi dan apa-apa yang ditumbuhkannya. Wahai Tuhan pemilik 'arasy nan agung. Inilah Basra. Aku mohon kepada-Mu kebaikan kota ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya. Ya Allah, masukkanlah aku ke tempat masuk yang baik, karena Engkaulah sebaik-baiknya yang menempatkan orang. Ya Allah, mereka telah membangkang aku, menentang aku dan memutuskan bay'ah-ku. Ya Allah, peliharalah darah kaum Muslim."

Ketika kedua pasukan sudah mendekat, untuk terakhir kalinya Ali mengirim Abdullah ibn Abbas menemui pemimpin pasukan pembangkang, mengajak bersatu kembali dan tidak menumpahkan darah. Ketika usaha ini pun gagal, Ali berbicara di hadapan sahabat-sahabatnya, sambil mengangkat Al-Qur'an di tangan kanannya: "Siapa di antara kalian yang mau membawa mushaf ini ke tengah-tengah musuh. Sampaikanlah pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an. Jika tangannya terpotong peganglah Al-Qur'an ini dengan tangan yang lain; jika tangan itu pun terpotong, gigitlah dengan gigi-giginya sampai dia terbunuh."

Seorang pemuda Kufah bangkit menawarkan dirinya. Karena melihat usianya terlalu muda, mula-mula Ali tidak menghiraukannya. Lalu dia menawarkannya kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Namun, tak seorang pun menjawab. Akhirnya Ali menyerahkan Al-Qur'an kepada anak muda itu, "Bawalah Al-Qur'an ini ke tengah-tengah mereka. Katakan: Al-Qur'an berada di tengah-tengah kita. Demi Allah, janganlah kalian menumpahkan darah kami dan darah kalian."

Tanpa rasa gentar dan penuh dengan keberanian, pemuda itu berdiri di depan pasukan Aisyah. Dia mengangkat Al-Qur'an dengan kedua tangannya, mengajak mereka untuk memelihara ukhuwwah. Teriakannya tidak didengar. Dia disambut dengan tebasan pedang. Tangan kanannya terputus. Dia mengambil mushaf dengan tangan kirinya, sambil tidak henti-hentinya menyerukan pesan perdamaian. Untuk kedua kalinya tangannya ditebas. Dia mengambil Al-Quran dengan gigi-giginya, sementara tubuhnya sudah bersimbah darah. Sorot matanya masih menyerukan perdamaian dan mengajak mereka untuk memelihara darah kaum Muslim. Akhirnya orang pun menebas lehernya.

Pejuang perdamaian ini rubuh. Orang-orang membawanya ke hadapan Ali ibn Abi Thalib. Ali mengucapkan do'a untuknya, sementara air matanya deras membasahi wajahnya. "Sampai juga saatnya kita harus memerangi mereka. Tetapi aku nasihatkan kepada kalian, janganlah kalian memulai menyerang mereka. Jika kalian berhasil mengalahkan mereka, janganlah mengganggu orang yang terluka, dan janganlah mengejar orang yang lari. Jangan membuka aurat mereka. Jangan merusak tubuh orang yang terbunuh. Bila kalian mencapai perkampungan mereka janganlah membuka yang tertutup, jangan memasuki rumah tanpa izin, janganlah mengambil harta mereka sedikit pun. Jangan menyakiti perempuan walaupun mereka mencemoohkan kamu. Jangan mengecam pemimpin mereka dan orang-orang saleh di antara mereka."

Sejarah kemudian mencatat kemenangan di pihak Ali. Seperti yang dipesankannya, pasukan Ali berusaha menyembuhkan luka ukhuwwah yang sudah retak. Ali sendiri memberikan ampunan massal. Sejarah juga mencatat bahwa tidak lama setelah kemenangan ini, pembangkang-pembangkang yang lain muncul. Mu'awiyah mengerahkan pasukan untuk memerangi Ali. Ketika mereka terdesak dan kekalahan sudah di ambang pintu, mereka mengangkat Al-Qur'an, memohon perdamaian. Ali, yang sangat mencintai ukhuwwah, menghentikan peperangan. Seperti kita ketahui bersama, Ali dikhianati. Karena kecewa, segolongan dari pengikut Ali memisahkan diri. Golongan ini, kelak terkenal sebagai Khawarij, berubah menjadi penentang Ali. Seperti biasa, Ali mengirimkan utusan untuk mengajak mereka berdamai. Seperti biasa pula, upaya tersebut gagal.
readmore »»  

Kalung Yang Diberkati

Jabir bin Abdullah Al-Anshari bercerita: ”Rasulullah saw melakukan shalat Ashar bersama kami. Ketika telah selesai beliau duduk di arah kiblat, dan orang-orang berada di sekitarnya. Tiba-tiba, datang seorang tua dari kalngan orang Arab yang hijrah. Ia memakai kain yang lusuh, dan hampir tidak dapat menahan diri karena tuanya dan lemahnya. Maka Rasulullah mendekatinya dan menanyakan kabarnya. Orang tua itu berkata,

“Wahai Nabi Allah, saya sedang lapar, berilah saya makan. Saya tidak berpakaian, berilah saya pakaian. Saya orang miskin, bantulah saya.”

Maka Rasulullah berkata kepadanya, “Aku tidak memiliki apa-apa untukmu. Tetapi orang yang menunjukkan kepada kebaikan sama dengan orang yang melakukannya. Karena itu, pergilah ke tempat orang yang mencintai dan dirintai Allah dan Rasul-Nya dan mendahulukan Allah atas dirinya sendiri. Pergilah ke tempat Fatimah.” (Rumah Fatimah berhampiran dengan rumah pribadi Rasulullah, tempat beliau tinggal seorang diri dan terpisah dari istri-istrinya). Kemudian beliau berkata, “Wahai Bilal,bangunlah dan antarkan dia ke rumah Fatimah.”


Pergilah orang itu bersama Bilal. Ketika sampai di depan pintu Fatimah, ia menyapa dengan suara yang sangat keras, “Assalamu’alaikum, wahai Penghuni Rumah Kenabian (Ahlu Bait An-Nubuwwah).”

“Alaikas-salam. Salam Anda?” tanya Fatimah.

Yang ditanya menjawab, “Saya seorang Arab yang sudah tua. Saya telah menghadap ayahmu, pemimpin yang memberi kabar gembira, karena suatu kesulitan. Wahai Putri Muhammad, saya tidak mempunyai pakaian dan dalam keadaan lapar. Maka tolonglah aku, semoga Allah menyayangimu.”

Saat itu, Fatimah dan Ali, juga Rasulullah mengetahui kondisi mereka berdua. Maka Fatimah mengambil kulit domba yang telah disamak yang dipakai sebagai alas tidur oleh Hasan dan Husain, lalu ia berkata kepada orang itu,

“Ambillah ini, wahai orang yang mengetuk. Semoga Allah memberimu yang lebih baik daripada ini.”

Orang itu berkata lagi: “Wahai Putri Muhammad, aku mengadu kepadamu bahwa aku lapar, tapi kamu memberiku kulit domba. Aku tidak dapat melakukan apa-apa dengannya. Dengan apa aku menghilangkan rasa lapar?”

Ketika mendengar perkataannya itu, Fatimah mengambil kalung yang ada di lehernya yang dihadiahkan Fatimah binti Hamzah bin Abdul Muthalib. Ia memutuskannya dari lehernya dan memberikannya kepada orang itu sambil berkata,

“Ambilllah ini dan juallah. Mudah-mudahan Allah akan memberikan ganti untukmu yang lebih baik daripadanya.” Orang Arab itu mengambilnya dan pergi ke masjid Rasulullah. Saat itu, Nabi sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Orang itu berkata, “Wahai Rasulullah, Fatimah telah memberiku kalung ini dan mengatakan, ‘Juallah kalung ini, mudah-mudahan Allah akan membantumu.’

Maka menangislah Nabi saw. Belaiu berkata, “Bagaimana Allah tidak akan membantumu? Kamu telah diberi oleh Fatimah putri Muhammad, pemimpin putri manusia.” Maka bangunlah Ammar bin Yasir, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mengijinkan aku untuk membeli kalung ini?”

“Belilah, wahai Ammar,” Jawab Rasulullah.

“Berapa harga kalung ini, wahai orang Arab?” tanya Ammar kepada orang tua itu.

“Seharga roti dan daging yang mengenyangkan, burdah (kain) Yaman yang akan aku gunakan untuk menutupi auratku dan untuk shalat, serta uang dinar yang akan mengantarku pulang ke tempat keluargaku.” Jawab orang itu. Sebelumnya, Ammar telah menjual semua bagian yang diberikan Rasulullah dari Khaibar kepadanya dan tidak ada lagi sisanya. Ia pun berkata kepada orang itu,

“Untuk engkau 20 dinar dan 200 dirham, kain Yaman dan untaku yang dapat menyampaikanmu ke tempat keluargamu, ditambah roti dan daging yang mengenyangkanmu.”

“Alangkah pemurahnya engkau, wahai laki-laki.” Pergilah Ammar bersama orang itu, untuk melaksanakan transaksi yang telah disepakati itu. Kemudian orang itu kembali ke tempat Rasulullah.

“Apakah kamu telah kenyang dan telah mempunyai pakaian?” tanya Rasulullah kepadanya

“Ya, bahkan aku telah menjadi kaya.” Jawabnya.

Rasulullah berkata, “Berilah balasan kepada Fatimah atas apa yang telah dilakukannya."

Orang itu pun berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang kami tidak mencari lagi selain Engkau. Engkaulah yang memberi rizki kepada kami di setiap tempat. Ya Allah, berilah Fatimah sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga.”

Nabi saw mengaminkan doanya. Beliau lalu mendatangi sahabat-sahabatnya dan berkata,

“Sesungguhnya Allah telah memberikan itu kepada Fatimah di dunia. Aku adalah ayahnya, dan tidak ada seorang pun di seluruh alam yang seperti aku. Ali suaminya; seandainya tidak ada Ali maka tidak ada yang sepadan baginya selamanya. Allah juga telah memberinya Hasan dan Husain. Tidak ada di seluruh alam yang seperti mereka berdua. Mereka adalah pemimpin cucu para nabi dan pemimpin para pemuda ahli surga.”

Ammar kemudian mengharumkan kalung yang dibelinya tadi dengan minyak musik dan membungkusnya dengan kain Yaman. Ia mempunyai seorang budak bernama Sahm, yang ia beli dengan saham (bagian) yang ia peroleh di Khaibar. Ammar memberikan kalung itu kepadanya seraya berkata,

“Ambillah kalung ini lalu berikanlah kepada Rasulullah, dan engkau pun menjadi miliknya.” Budak itu pun mengambil kalung itu. Ia membawanya kepada Rasulullah dan memberitahukan kepada beliau apa yang dikatakan Ammar.

Maka Nabi berkata kepadanya, “Pergilah ke tempat Fatimah lalu berikanlah kalung itu kepadanya, dan engkau pun menjadi miliknya.” Budak itu datang kepada Fatimah sambil membawa kalung itu dan memberitahukan kepadanya apa yang dikatakan oleh Rasulullah. Fatimah mengambil kalung itu dan memerdekana si budak. Mantan budak itu lalu tertawa.

“Apa yang membuatmu tertawa, nak?” tanya Fatimah.

Ia menjawab: “Yang membuatku tertawa adalah betapa besarnya berkah kalung ini. Ia mengenyangkan orang yang lapar, memakaikan pakaian pada orang yang tidak berpakaian, mengayakan orang miskin, memerdekakan budak dan kemudian kembali lagi ke pemiliknya.”

Demikian kisah kalung Fatimah.
Semoga membawa hikmah bagi kita semua.
readmore »»  

10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses

Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein.

Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.

<img src="Einstein.jpg" alt="10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses ">

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda

"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."
Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.


2. Tekun itu Tak Ternilai
"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."
Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.


3. Fokus pada saat ini.
"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."
Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun.

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'.

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.


4. Imaginasi adalah kekuatan
"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."
Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan!

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan.

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan.


5. Buat Kesalahan
"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."
Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN.

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda.


6. Hidup pada saat ini
"Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."
Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik.

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok.


7. Hargai diri Anda
"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."
Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda.

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.


8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda
"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."
Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang.

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu.

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis?


9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman
"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."
Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi.

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak.

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana.


10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik
"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."
Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya.

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda

readmore »»  

Kailmat Motivasi

Kailmat Motivasi

•    Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
•    Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil
•    Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
•    Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
•    Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
•    Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
•    Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
•    Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah
•    Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
•    Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani
•    Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
•    Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
•    Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan
•    Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat
•    Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
•    Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
•    Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
•    Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
•    Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang
•    Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri
•    Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
•    Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan
•    Orang-orang yang minta gaji lebih biasanya tidak dapat lebih, tapi yang melakukan lebih dan berkualitas akan mendapat lebih. Jangan takar tenaga yang Anda keluarkan berdasarkan gaji yang Anda dapatkan tetapi berdasarkan hasil yang dapat Anda kontribusikan bagi kelangsungan dan keuntungan perusahaan Anda.
•    Siapa bilang untuk menjadi kaya dan sejahtera harus punya modal yang banyak? Kalau saja Anda cermat melihat peluang yang ada, ada banyak celah yang bisa menjadi jalan untuk meraih kesejahteraan yang diinginkan. Yang dibutuhkan cuma kemauan untuk menjadi sukses”
•    Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab, mencintai hidup dan pekerjaannya. (kahlil gibran)
•    Orang yang selalu mendekatkan dirinya pada Tuhan, tidak akan mudah merasa Hidupnya tertekan. (AA Gym)
•    Orang yang luar biasa tidak pernah memperhatikan hasil, tetapi merekan hanya memikirkan dan mengerjakan prosesnya.
Jika anda ingin melakukan sesuatu maka Lakukanlah ! Jangan pernah berfikir apakah anda akan gagal atau berhasil. (Asep Hilman)
•    Tanda akal seseorang itu adalah pekerjaannya, dan tanda ilmu seseorang itu adalah perkataannya. (Imam Ghozali)
•    Semua dalam hidup ini adalah pilihan. Mulai dari hal kecil saat kita melihat uang koin Rp. 100,- saat itu kita memiliki dua pilihan untuk mengambil atau tidak hingga ALLAH menghadapkan kita pada takdirNya untuk memilih dengan siapa kita akan menghabiskan sisa hidup.
readmore »»  

9 jenis anak setan


Simaklah dengan seksama  dan jadikan sebagai peringatan kita setiap hari dimana syaitan2 kurang ajar ini mengganggu hidup harian yang mungkin selama ini kita tidak sedar hasutan mereka. semoga menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat , Insya'Allah . Assalamualaikum wbt,

Umar al-Khattab r. a berkata, terdapat 9 jenis anak syaitan :

1.    Zalituun
Duduk di pasar/kedai supaya manusia hilang sifat jimat cermat. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.

2.    Wathiin
Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah.


3.    A'awan
Menghasut sultan/raja/pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan hingga terabai kebajikan rakyat dan tidak mahu mendengar nasihat para ulama.

4.    Haffaf
Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (cth: disko, kelab mlm & tempat yg ada minuman keras).

5.    Murrah
Merosakkan dan melalaikan ahli dan orang yg sukakan muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc.

6.    Masuud
Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan apa sahaja penyakit yg mula dari kata-kata mulut.

7.    Daasim (BERILAH SALAM SEBELUM MASUK KE RUMAH...)
Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan pelbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lagi).

8.    Walahaan
Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwuduk dan solat dan menjejaskan ibadat-ibadat kita yg lain.

9.    Lakhuus
Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api/matahari. Dan yang terakhir ni yang paling teruk! (SCROLL DI BAWAH)

10. Isetan.
Sebuah pasaraya yg terkemuka di seluruh duniawi. terdapat di sekitar Lembah klang, singapore, Beijing &..... Kebaikan: Memberi potongan harga pada Karnival jualan

Keburukan: Melalaikan manusia bershopping sehingga lupa waktu sembahyang dan lupe yg lakinya dah tunggu kat kereta. Pesanan ; Shopping tu agak2 sikit, jangan sampai berlebih2an pulak. Membazir itulah
sebenarnya amalan Syaitan

11. Hindusetan
Nie mereka2 yg menonton criter hindustan, sampai masuk waktu sembahyang, maseh menyonggol depan tv.....kapala keluar tanduk, tak sedar.......jadi lah hindusetan!!!

Hahaahaaa, semoga bermanfaat.


readmore »»  

24 Selingan dalam Hidup

 1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,  sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula  tertarik kepada kekayaannya,  karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada  seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya  senyum yang dapat membuat  hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu  menemukan orang seperti itu.

 2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.


 3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

 4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

 5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu
 lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

 6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa  mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

 7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang telah kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

 8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

 9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

 10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

 11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha
 menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

 12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

 13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

 14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

 15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

 16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

 17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

 18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

 19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

 20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

 21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

 22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu ! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

 23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

 24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

readmore »»  

Ujian Kehidupan

Dalam menjalani kehidupan, manusia selalu menghadapi dua keadaan yang saling bergantian. Suatu ketika merasakan duka, pada saat lain bertukar dengan suka. Pada saat duka seringkali manusia berkeluh kesah, seolah penderitaan tiada pernah berakhir. Sebaliknya, jika ia merasakan kebahagiaan, menjadi lupa.

''Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, bila ia mendapat kebaikandia menjadi kikir.'' (QS Al-Ma'arij [70]: 20-21). Ujian merupakan alat ukur keimanan dan ketakwaan seseorang, sampai di mana taraf keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.


''Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.''
(QS Al-Mulk [67]: 1-2).

Perasaan senang karena mendapatkan suatu karunia, baik berupa harta, pangkat, jabatan, anak, prestasi, atau prestise, juga salah satu ujian. Janganlah kita menjadi lupa bahwa karunia tersebut merupakan anugerah dari Yang Maha Penyayang, karena saat kita hadir di dunia tiada mempunyai apa-apa, baik ilmu apalagi harta.

''Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.'' (QS An-Nahl [16]: 78).

Keuletan, ketelitian, dan keteguhan perlu dimiliki oleh mereka yang ingin agar hidupnya berhasil mendapatkan kebahagiaan. Selaku manusia yang beriman kepada Allah SWT ujian kehidupan disikapi dengan tawakal, tidak panik, putus asa, lupa diri yang akan berakibat bagi kestabilan jiwanya.

Mengembalikan segala permasalahan kepada Allah SWT rasanya akan lebih menunjukkan bahwa memang manusia sangat membutuhkan pertolongan-Nya, serta meyakini bahwa di balik setiap kesulitan akan muncul kemudahan. Bersyukur terhadap segala pemberian Allah SWT, banyak maupun sedikit, besar maupun kecil akan membuat hati menjadi tenang dan tidak tergiur angan-angan. ''Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin, karena segala urusan dipandang baik. Dan tidak ada keadaan yang demikian itu kecuali hanya bagi seorang Mukmin. Apabila dia merasakan kesenangan, maka dia bersyukur. Apabila merasakan kesusahan, maka ia bersabar.'' (HR Muslim).

Semoga setiap menghadapi masalah kita dapat lebih sabar, arif, dan berusaha mencari solusi dengan bertawakal kepada Allah SWT, sebagai bukti keimanan kepada-Nya. Bukan mencari sesuatu yang tidak diridhai Allah SWT.*Hasbiyallahu laa ilaaha illaahu 'alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul 'arsyil 'azhiim..............

readmore »»  

4 PERKARA SEBELUM TIDUR

( Tafsir Haqqi )

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah janganlah engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :

1.    Sebelum khatam Al Qur’an,
2.    Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3.    Sebelum para muslim meridloi kamu,
4.    Sebelum kau laksanakan haji dan umroh....

Aisyah bertanya :
“Ya Rasulullah... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”

Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.


Bacalah sholawat untukku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.

Beristighfarlah untuk para muslimin, maka mereka akan meridhai kamu.

Dan, perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”

Sekian untuk ingatan kita bersama.
readmore »»  

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

<img src="tertekan.jpg" alt="4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup">
“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut.


Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.

Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.

Bangun network

Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut.

Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Cerita di atas hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.

Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi
suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin


readmore »»  

Akhirnya Dia Mati Seperti Keledai

<img src="keledai.jpg" alt="Akhirnya dia mati seperti keledai">
Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, "Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!."

Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut.
Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, "Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?."

Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, "Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu." Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.

Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil 'aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke 'Wastapel' di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.

Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.

Mengenai hal ini, Dr.'Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, "Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!."

Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?!!!.
readmore »»  

JIKA HIDUP INI ADALAH SEBIDANG TEMBOK

<img src="tembok.jpg" alt="jika hidup ini adalah sebidang tembok">
Jika anda anggap hidup ini bagai sebidang tembok, agar kokoh bangunlahdengan batu-batu besar nan kuat. Batu-batu besar itu adalah sesuatu yang
berat dipikul, keras di jinjing; sesuatu yang kita perjuangkan atas nama
cinta; yang senantiasa kita perjuangkan; sesuatu yang padanya kita rela
berkorban, berjerih-jerih, bahkan menukarnya dengan segenap jiwa dan raga.
Sesuatu itu bisa berupa keluarga, persahabatan, pekerjaan, atau apa pun yang
begitu berharga sehingga kita harus membangunnya kuat-kuat; serta memolesnya
indah-indah.


Namun demikian, agar bebatuan besar itu saling rekat-merekat kuat, ia harus
ditautkan dengan pasir-pasir kecil. Pasir-pasir lembut yang melindungi
telapak kaki kita dari perihnya peristiwa. Pasir-pasir itu adalah
kegembiraan dalam syukur, senyuman di balik peluh, serta kehangatan hubungan
antar sesama. Jika demikian, maka kita akan dapati sebuah tembok yang
menjadi monumen simbol kehadiran kita di dunia ini. Dan, itu tentu jauh
lebih baik ketimbang hanya sekedar meninggalkan sepasang nisan di batas
kubur.

****************************************************************************
101 Commonsense Rules:
ATURAN 3: JANGAN BERBUAT SESUATU TANPA SEPENGETAHUAN BOS
John R. Brinkerhoff

Para bos tidak suka pada rencana atau tindakan tanpa sepengetahuannya.
Mereka ingin mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang terjadi
nanti. Oleh karena itu jangan sekali-kali melakukan sesuatu yang mengejutkan
bos anda. Tentu saja, anda boleh secara mendadak mengadakan pesta tahunan
atau yang seperti itu, tetapi jangan membiarkan dia menerima telepon dari
koleganya yang marah, atau lebih celaka lagi, dari big bos tentang sesuatu
yang belum didengarnya. Jika masalahnya menyangkut anda dan tindakan anda,
anda berada dalam kesulitan besar. Maka, jika terjadi sesuatu, baik atau
buruk, pastikan orang pertama yang anda hubungi adalah bos anda.

Kelihatannya sepele saja, tetapi jangan sampai anda melakukan sesuatu yang
bertentangan dengan bos anda di muka umum. Ini menjadi kejutan yang paling
tidak menyenangkan baginya. Bila anda berubah pikiran, beritahukan kepada
bos anda, meski sebenarnya anda tidak memerlukan persetujuannya. Bos
biasanya akan menyetujui dan mendukung rencana anda setelah anda
memberitahukan tentang perlunya suatu perubahan.

Suatu waktu saya menghadiri konferensi bersama beberapa mitra usaha penting.
Salah satu staf saya tampil sebagai pembicara. Saya tidak memeriksa terlebih
dahulu isi presentasinya, karena saya percaya padanya. Kebijaksanaan ini
saya tempuh bukan hanya untuk menghemat waktu, tetapi menumbuhkan
kepercayaan. Namun kali ini menjadi bencana. Selama ini, saya selalu
memberikan pengarahan pada staf saya untuk menggunakan warna biru untuk
menunjukkan program khusus. Pada setiap konferensi saya secara lantang
mengkampanyekan warna biru. Tetapi, betapa kacaunya perasaan saya saat itu
ketika staf saya di depan konferensi menganjurkan warna merah. Saya tidak
mendengar lagi ceramahnya. Apa yang disampaikan membuat saya tampak bodoh,
karena seakan-akan tidak tahu warna apa yang semestinya digunakan. Betapa
besar marah saya pada staf saya tersebut.

Nasehat saya: bos harus selalu diberi tahu. Jangan sekali-kali membuatnya
terkejut dengan informasi yang berubah. Kalau anda ragu-ragu, bicarakan
dengannya. Dalam suatu organisasi besar, memelihara kesatuan sikap di kantor
adalah hal yang penting. Anda harus ikut memelihara kesatuan itu. Adalah hal
yang baik bila anda selalu memberitahu bos tentang rencana dan tindakan yang
akan diambil. (250601)

(101 Commonsense Rules, John R. Brinkerhoff)

****************************************************************************
Stopper:

Yang membedakan usia muda dan tua adalah kegembiraan saat belajar. Sepanjang
anda senantiasa belajar, anda takkan pernah tua. (Rosalyn S. Yalow)

Anda takkan pernah belajar lebih sedikit, anda hanya bisa belajar lebih
banyak. (R. Buckminster Fuller)

Kebutaan di abad 21 ini bukan mereka yang tak bisa membaca dan menulis,
namun mereka yang tak bisa belajar, mengubah pelajaran dan mengulang
pelajaran. (Alvin Toffler)

****************************************************************************
readmore »»  

Saya Belajar

Saya Belajar......

   Saya belajar . . . . . . .
   Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk  mencintai saya
   Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang  yang saya cintai
  
   Saya belajar . . . . . . .
   Bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
   Dan hanya beberapa detik saja untuk  menghancurkannya

  
   Saya belajar . . . . . . .
   Bahwa sahabat terbaik selalu ada bersama saya
   Untuk dapat melakukan banyak hal
   Dan kami selalu selalu mempunyai waktu terbaik untuk berbagi rasa
  
   Saya belajar . . . . . . . .
   Bahwa orang yang saya adalah kira jahat
   Justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali
   Serta orang yang begitu perhatian sama saya
  
   Saya belajar . . . . . . . .
   Bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
   Walaupun dipisahkan oleh jarak yang jauh
   Beberapa diantaranya menciptakan cinta yang sejati
  
   Saya belajar .............
   Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
   Sebagaimana yang saya inginkan
   Bukan berarti dia tidak tidak mencintai saya
  
   Saya belajar . . . . . . .
   Bahwa sebaik-baiknya pasangan itu
   Mereka pasti pernah melukai perasaan saya
   Dan untuk itu saya harus memaafkannya
  
   Saya belajar . . . . . . .
   Bahwa saya harus bisa mengampuni diri sendiri dan orang lain
   Jika tidak ingin dikuasai oleh perasaan bersalah terus menerus
  
   Saya belajar . . . . . . .
   Bahwa lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian saya
   Namun saya harus bisa lebih bertanggung jawab
   Untuk apa yang telah saya lakukan
  
   Saya belajar . . . . . . .
   Bahwa dua manusia dapat melihat satu benda yang sama
   Tapi boleh jadi memiliki dua sudut pandang yang berbeda
  
   Saya belajar . . . . . . . .
   Tidak ada yang instant atau serba cepat didunia ini
   Semua membutuhkan proses dan pertumbuhan
   Kecuali bila saya ingin sakit hati . . . .
  
   Saya belajar . . . . . . . .
   Bahwa saya harus memilih
   Apakah menguasai sikap dan emosi
   Ataukah sikap dan emosi itu yang akan menguasai saya
  
   Saya belajar . . . . . . . .
   Bahwa saya punya hak untuk marah
   Tetapi itu bukan berarti
   Saya harus benci dan berlaku bengis pada orang lain.
  
   Saya belajar . . . . . . . . .
   Bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
   Adalah saat perpisahan dengan seseorang
   Yang benar-benar sangat saya cintai
  
   Saya belajar . . . . . . . . . .
   Bahwa orang-orang yang saya kasihi
   Justru sering kali diambil segera
   Dari kehidupan saya
  
   Love doesn't make the world go round.
   Love is what makes the ride worth while

  

readmore »»  

KISAH SESENDOK MADU

<img src="sesendok madu.jpg" alt="Kisah sesendok madu">
Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak. Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu. Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warganya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan, membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncak bukit ditengah kota. Seluruh warga kota pun memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.


Tetapi dalam pikiran seorang warga kota (katakanlah si A) terlintas suatu cara untuk mengelak, “Aku akan membawa sesendok penuh, tetapi bukan madu. Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan mata seseorang. Sesendok airpun tidak akan mempengaruhi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota.”

Tibalah waktu yang telah ditetapkan. Apa kemudian terjadi? Seluruh bejana ternyata penuh dengan air. Rupanya semua warga kota berpikiran sama dengan si A. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri dari tanggung jawab.

Kisah simbolik ini dapat terjadi bahkan mungkin telah terjadi, dalam berbagai masyarakat manusia. Dari sini wajar jika agama, khususnya Islam, memberikan petunjuk-petunjuk agar kejadian seperti di atas tidak terjadi: “Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku (QS 12:108)
Dalam redaksi ayat di atas tercermin bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian dia melibatkan pengikut-pengikutnya.

“Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutmu) (QS 4:84)
Perhatikan kata-kata “tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri.” Nabi Muhammad saw. pernah bersabda: “Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu.” Setiap orang menurut beliau adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya, ini berarti bahwa setiap orang harus tampil terlebih dahulu. Sikap mental demikianlah yang dapat menjadikan bejana sang raja penuh dengan madu bukan air, apalagi racun.
readmore »»  

IBU

<img src="kasih ibu" alt="ibu">
      Renungkanlah tulisan ini,
      betapa cinta kasih dari seorang Ibu,
      semoga hati keras kita luluh,
      ............. 

      Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun,
      sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah.
      Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah
      jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya,
      betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah
      dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung
      jawab atas perbuatannya.


      Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum
      dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang
      hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia
      diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yang harus di tanggung, ia pun
      harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia
      melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak
      mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang
      ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram
      tanpa bapak.

      Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas rahmat yang didapatkannya
      dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan
      memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya
      seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih. Siang ia
      harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit
      sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa
      dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari
      4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan.
      Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini
      ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah
      putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap
      mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik
      kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada
      putrinya.

      Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia
      tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging
      yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya
      sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan
      memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang
      tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian
      sampai dengan makanan.

      Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin
      sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Idul Fitri.
      Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Idul Fitri
      untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum
      mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun
      cuaca di luaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia
      tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.     

      Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali
      badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan
      memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus
      bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidaksakit ia tetap bekerja,
      selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
      Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan
      studinya di luar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda
      anak dari seorang konglomerat beken.

      Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia
      merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa
      malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring
      di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa
      kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Pada saat putrinya menikah,
      ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara
      pernikahan. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia
      duduk di sudut kursi paling belakang, sambil mendoakan agar Allah selalu
      melindungi putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak
      mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh
      menghubungi putrinya.

      Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan
      seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia
      sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk
      bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia
      tidak boleh menginjak rumah putrinya.

Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Allah, agar ia bisa mendapatkan
kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena
keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia
melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga
putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan
diperbolehkan bekerja disana.

Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan
sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga
tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Allah, bahwa ia
permohonannya telah dikabulkan. Di rumah putrinya, ia tidak pernah
mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih
dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri.     

Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah
dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil
menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar
Allah mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak
dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja
kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang
mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan
tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan
tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan
sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh
bertemu lagi dengan putri kesayangannya.

Uang pensiun yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk
putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan
bantuannya. Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Idul Fitri, ia
jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak
lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan
yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan
boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan
seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai
hadiah terakhir untuk putrinya.

Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan saljupun turun
dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau
keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini
tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu
dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali.

Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus
berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah
jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Suatu
perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada
dlm keadaan sakit.     

Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk
rumah putrinya dan ternyata putrinya sendiri yang membukakan pintu rumah
gedong di mana putrinya tinggal.

Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia
bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah
bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak
tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang
rumah!" "Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin
memberikan hadiah Idul Fitri untukmu.

Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya,
bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan
sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.
"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan
menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali
mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan
putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia
mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.

Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah
beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam
telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami
pinjam,teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di
halte,bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati
kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja,
tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari
kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama
hidupnya.

Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang
tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu
memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan
siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan
ini 366 hari dlm setahun.

Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit
dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari
tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah
kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother's Day" sedangkan di
hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah,
untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.     

Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan
sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada
bunga maupun hadiah.

Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir
mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan
kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima
kasih kepada Ibu kita?

Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih
sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun
tangisan apabila Ibu telah tiada, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya
lagi.     

Ya Allah,
Ampunilah Aku dan Kedua Orang Tuaku,
jadikanlah Aku anak yang berbakti kepada keduanya,
Amin ....

readmore »»  

Sepucuk surat dari seorang musyrif

<img src="Surat.jpg" alt="sepucuk surat">
Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki, surat seorang ayah kepada seorang ayah.

Nak, menjadi musyrif itu indah dan mulia.Besar kecemasanku menanti keberhasilanmu dihari esok. Karena aku berharap kau takkan pernah kecewa.

Nak Menjadi musyrif/guru itu mulia. Bacalah sejarah para nabi dan rasul. Dan temukanlah nasehat yangt terbaik tentang guru.

Meskipun demikian, ketahuilah nak, menjadi guru/musyrif itu berat dan sulit (terlebih saya sebagai pengganti ayah kalian).tapi kuakui, betapa sepanjang  kehadiranmu disisiku, aku seperti menemukan keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.
Sepanjang keberadaanmu adalah salah satu masa terindah yang paling aku banggakan didepan siapapun. Bahkan dihadapan tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan-Nya, hingga detik ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kugenggam tanganmu dengan penuh semangat kuyakinkan kamu BISA. Dan aku berjanji akan selalu membantumu sekalipun kita tak akan lagi selamanya bersama.

Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata : “TIDAK“, dan “MELAWAN“ timbul kesadaranku siapa engkau sebenarnya. Engkau bukan milikku, atau milik kedua orang tuamu. Engkau milik Allah. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Allah.

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan kamu. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh-penuh air mata dihadapan Allah. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena-Nya, bukan karena aku dan orang tuamu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar kamu dikagumi dan dicintai Allah.
Inilah usahaku yang terberatku (juga usaha orang tuamu), karena artinya aku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Allah. Agar perjalananmu mendekati-Nya tak lagi terlalu sulit.

Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku Cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhani yang sebenarnya.

Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti, nak..berhenti berarti mati, inilah kata-kataku dan orang tuamu ketika memberimu semangat dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya nak.., kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Allah, dan kudapati jarakku amat jauh dari-Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihat dirimu sangat dekat dengan Allah. Aku bangga nak.., karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.

Dari musyrifmu yang selalu ingin melihatmu terseyum bahagia. Lail fi lail
readmore »»