Kemana Arah Hidup Kita.

Ke mana arah hidup kita? Adalah sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab sebelum kita melakukan sebuah aktifitas agar terarah dan bertujuan jelas, yaitu harus ke mana aktifitas hidup ini akan diarahkan. Akankah jawaban kita adalah harta, tahta, dan jabatan, ataukah kecantikan wanita? Atau justru kita belum sempat untuk memikirkan apa sebenarnya yang akan kita cari dalam hidup ini.

Sungguh sangat sia-sia jika kita hidup namun tidak jelas ke mana kehidupan kita ini akan diarahkan. Sekali lagi, mari kita dudukkan permasalahan ini dengan baik dan kita fahami bersama fakta yang ada dalam kehidupan kita kesehariannya.

***

Hidup, ada Awal dan ada Akhir

Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap hidup pasti akan mati, dan hal ini tidak bisa ditolak, apalagi ditunda. Kehidupan ini ada akhirnya sebagaimana ia memiliki permulaan. Berapa banyak orang kita cintai telah mendahului kita, sedang kita pasti akan menyusul mereka. Allah berfirman dalam Surat Al-Ankabut : 57, "Tiap-tiap yang berisi akan merasakan mati, kemudian kepada Kami kamu dikembalikan."

Namun, akankah kita menjadi orang-orang yang digambarkan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Jaatsiyah : 24, "Dan mereka berkata : "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup serta tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa," dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja."

***

Kematian Tidak Pernah Kompromi

Siapapun ia, akan didatangi oleh yang namanya kematian. Kematian akan datang tanpa kenal kompromi. Tidak peduli kita sudah siap atau belum sama sekali. Kematian bisa datang saat kita sedang melaksanakan ibadah atau sedang bermaksiat. Sungguh, ia akan menjumpai kita semua di mana saja dan kapan saja dia mau. Dan itu berarti kita akan meninggalkan apa saja yang pernah kita miliki dan kita cintai.

Allah berfirman, "Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya)." (QS. Yunus : 49). Oleh karena itulah kita harus bersiap-siap setiap saat sebelum ia (kematian) benar-benar datang menjemput kita dan kita tidak bias menolaknya ataupun menundanya.

***

Datangnya Hari Pembalasan

Dan dibalik itu semua, ketahuilah bahwa apa yang kita kerjakan, baik itu ibadah atau kemaksiatan dan dosa yang kita perbuat, semuanya tercatat dan tidak luput serta terlupakan olehNya. Sekecil dan seberat apapun semuanya itu, niscaya akan dibalas di kemudian hari nanti.

Mereka yang semasa hidupnya senantiasa menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, akan hidup pada tempat yang telah dijanjikan oleh Allah SWT, yaitu Surga. Sedangkan mereka yang semasa hidupnya selalu membangkang dan selalu bermaksiat serta membuat kerusakan di tengah masyarakat, maka merekalah yang mendapat siksa Neraka. Sungguh, Mahaadil Allah SWT yang telah menyediakan semua itu.

Allah berfirman dalam Surat Ali Imran : 185, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

Karenanya, mari kita kembali kepada rumusan hidup, "Apa sebenarnya yang kita cari dalam kehidupan ini?" Jika yang kita cari adalah amaliah dalam bingkai keimanan untuk mendapat ridhaNya, maka akan selalu mengingat firman Allah, "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu ajal yang diyakini." (QS. Al-Hijr : 99).

Artikel Terkait Artikel